International Financial Reporting Standards (IFRS)

International Financial Reporting Standards (IFRS)

I. (Why) Mengapa Penting?

IFRS (International Financial Reporting Standar) merupakan pedoman penyusunan laporan keuangan yang diterima secara global, sedangkan PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) merupakan pedoman akuntan untuk membuat laporan keuangan. Jika sebuah Negara mengkonvergensi IFRS, berarti Negara tersebut telah mengadopsi sistem pelaporan keuangan yang berlaku secara global, sehingga memungkinkan pasar dunia mengerti tentang laporan keuangan perusahaan di negara tersebut (passing country’s boundary financial understanding).

Konvergensi IFRS ke dalam PSAK akan berdampak besar bagi dunia usaha maupun pendidikan. Agar proses adopsi PSAK berjalan dengan lancar, maka diperlukan persiapan awal dengan cara mengorganisasikan sumber daya yang berhubungan dengan perubahan Standar Akuntansi Keuangan. Pelatihan ini didisain untuk bisa memberikan pengetahuan awal tentang penyelarasan sistem IFRS ke dalam PSAK terbaru agar memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan menggunakan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Internasional.

II. Tujuan

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman bagi peserta yang awam terhadap IFRS maupun PSAK, serta mengetahui cara penerapannya pada laporan keuangan. Tujuan utama akuntansi adalah menyusun laporan tersebut menjadi informasi yang sangat penting bagi para pemakai informasi akuntansi sebagai bahan antuk mengambil keputusan.  Laporan Keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengkomunikasikan data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Karena laporan keuangan disajikan untuk pihak eksternal maka laporan keuangan wajib disusun dan disajikan berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Di dunia internasional dikenal International Financial Reporting Standars (IFRS) yang menjadi acuan penyusunan Laporan keuangan di Negara-negara Eropa, Afrika, dan Asia Pasifik. Acuan tersebut disusun oleh The International Accounting Standars Committee (IASC) Di Indonesia acuan penyusunan laporan keuangan adalah Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan

Melalui pelatihan ini, para peserta akan diajak untuk mengenal dan memahami penyusunan laporan keuangan yang diterima secara global secara komprehensif. Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta dapat mengenal:

  • PSAK 1 Penyajian Laporan Keuangan
  • PSAK 2 (Revisi 2009) Laporan Arus Kas
  • PSAK 3 (Revisi 2010) Laporan Keuangan Interim
  • PSAK 4 Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri
  • PSAK 5 Segmen Operasi
  • PSAK 7 Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi
  • PSAK 8 Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
  • PSAK 12 Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama
  • PSAK 15 Investasi pada Entitas Asosiasi
  • PSAK 16 Aset Tetap
  • PSAK 17 (Revisi 2010 ) Laporan Keuangan Interim dan Penurunan Nilai
  • PSAK 19 Aset Tak Berwujud
  • PSAK 25 Kebijakan Akuntansi
  • PSAK 22 Kombinasi Bisnis
  • PSAK 23 Pendapatan
  • PSAK 48 Penurunan Nilai Aset
  • PSAK 57 Provisi,Liabilitas Kontijensi dan Aset Kontijensi
  • PSAK 58 Aset tidak lancar yang dimiliki untuk di jual dan operasional yang di hentikan
  • ISAK 7 Konsolidasi entitas bertujuan khusus
  • ISAK 9 Perubahan atas liabilitas aktivitas purna operasi,restorasi,dan liabilitas serupa
  • ISAK 10 Program Loyalitas Pelanggan
  • ISAK 11 Distribusi Aset Non Kas Kepada Pemilik
  • ISAK 14 Aset Tidak Berwujud ( Biaya Situs Web)

III. Manfaat

  1. Memahami IFRS maupun PSAK;
  2. Meningkatkan daya banding laporan keuangan;
  3. Memberikan informasi yang berkualitas di pasar modal Internasional;
  4. Mengerti hambatan arus modal internasional dengan mengurangi perbedaan dalam ketentuan pelaporan keuangan;
  5. Mengurangi biaya pelaporan keuangan perusahaan multinasional dan biaya untuk analisis keuangan bagi para analis;
  6. Meningkatkan kualitas pelaporan keuangan menuju best practice.

IV. Narasumber

Pelatihan IFRS ini diampu oleh narasumber yang ahli dan berpengalaman dalam bidang manajemen keuangan dengan spesialisasi keuangan internasional dengan latar belakang yang beragam dan saling melengkapi;

Suriantama Nasution, SE, SH, MM, MBA, MH, Advokat, BKP, CFP, CLA, CCM, CTL, CMCP, Ph.D, Dr.;

V. Peserta

Peserta yang diharapkan berpartisipasi dalam program ini antara lain Human Capital di bagian akuntansi & keuangan / finance, praktisi akuntansi, auditor, dan konsultan keuangan.

VI. Materi

  • PSAK 1 Penyajian Laporan Keuangan
  • PSAK 2 (Revisi 2009) Laporan Arus Kas
  • PSAK 3 (Revisi 2010) Laporan Keuangan Interim
  • PSAK 4 Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri
  • PSAK 5 Segmen Operasi
  • PSAK 7 Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi
  • PSAK 8 Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
  • PSAK 12 Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama
  • PSAK 15 Investasi pada Entitas Asosiasi
  • PSAK 16 Aset Tetap
  • PSAK 17 (Revisi 2010 ) Laporan Keuangan Interim dan Penurunan Nilai
  • PSAK 19 Aset Tak Berwujud
  • PSAK 25 Kebijakan Akuntansi
  • PSAK 22 Kombinasi Bisnis
  • PSAK 23 Pendapatan
  • PSAK 48 Penurunan Nilai Aset
  • PSAK 57 Provisi,Liabilitas Kontijensi dan Aset Kontijensi
  • PSAK 58 Aset tidak lancar yang dimiliki untuk di jual dan operasional yang di hentikan
  • ISAK 7 Konsolidasi entitas bertujuan khusus
  • ISAK 9 Perubahan atas liabilitas aktivitas purna operasi,restorasi,dan liabilitas serupa
  • ISAK 10 Program Loyalitas Pelanggan
  • ISAK 11 Distribusi Aset Non Kas Kepada Pemilik
  • ISAK 14 Aset Tidak Berwujud ( Biaya Situs Web)

 VII. Metode

Pelatihan IFRS ini menerapkan metode experiental learning yang diselenggarakan secara komunikatif, interaktif, dan partisipatif dengan menekankan aspek teoritis dan praktis sekaligus.

VIII. Durasi

Untuk mencapai hasil yang optimal, IFRS Training ini diselenggarakan secara intensif selama (3) tiga hari. Hari pertama dan kedua adalah penyampaian dan pembahsan materi dari narasumber, selanjutnya hari ketiga simulasi penyelarasan IFRS dengan PSAK.

IX. Fasilitas

Para peserta training mendapatkan fasilitas berikut:

  1. Materi bacaan
  2. Training kit (alat tulis, blocknote, dll)
  3. Sertifikat
  4. Makan Siang dan Coffee Break 2x;

X. Penutup

Demikian TOR ini disusun sebagai pedoman garis besar untuk persiapan dan pelaksanaan program Budgeting training. Hal-hal lain yang belum disebutkan dalam TOR ini atau yang perlu dijelaskan lebih lanjut akan disampaikan kemudian.

 

MANUAL ACARA PELATIHAN IFRS

WAKTU H1

 

H2

 

H3

 

09.00 – 10.30 PSAK 1Penyajian Laporan Keuangan
PSAK 2 (Revisi 2009) Laporan Arus Kas
PSAK 3 (Revisi 2010) Laporan Keuangan Interim
PSAK 4 Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri
 

 

 

PSAK 25 Kebijakan Akuntansi
PSAK 22 Kombinasi Bisnis
 

 

 

ISAK 10 Program Loyalitas Pelanggan
ISAK 11 Distribusi Aset Non Kas Kepada Pemilik
 

 

 

 

10.30 – 10.45 Coffee Break Coffee Break Coffee Break
10.45 – 12.15 PSAK 4 Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri

 

 

 

 

 

 

PSAK 23 Pendapatan
PSAK 48 Penurunan Nilai Aset
 

 

 

ISAK 14 Aset Tidak Berwujud ( Biaya Situs Web)

 

 

 

12.15– 13.00 ISHOMA ISHOMA ISHOMA
13.00– 14.30 PSAK 5 Segmen Operasi
PSAK 7 Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi
PSAK 8 Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
PSAK 12 Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama
PSAK 15 Investasi pada Entitas Asosiasi
 

 

 

 

PSAK 57 Provisi,Liabilitas Kontijensi dan Aset Kontijensi
PSAK 58 Aset tidak lancar yang dimiliki untuk di jual dan operasional yang di hentikan
 

 

 

Group discussion 

 

 

14.30 – 15.00 Coffee Break Coffee Break Coffee Break
15.00 – 16.30 PSAK 16 Aset Tetap
PSAK 17 (Revisi 2010) Laporan Keuangan Interim dan Penurunan Nilai
PSAK 19 Aset Tak Berwujud
 

 

 

ISAK 7 Konsolidasi entitas bertujuan khusus

 

ISAK 9 Perubahan atas liabilitas aktivitas purna operasi,restorasi,dan liabilitas serupa

 

Group discussion
Chat kami
📫 Butuh bantuan? Chat kami
Halo 👋, ada yang bisa kami bantu?