Bekerja efektif dan efisien dengan Delegasi

Bekerja efektif dan efisien dengan Delegasi

Sobat, Apakah saat ini Anda sudah merasa bekerja efektif dan efisien?

Seiring dengan bertambahnya waktu, pengalaman dan kepercayaan perusahaan kepada Anda, maka tanggung jawab dan pekerjaan Anda juga akan bertambah. Tanggung jawab ini bisa dalam bentuk pekerjaan yang lebih banyak atau jabatan strategis di perusahaan. Di satu titik mungkin Anda akan merasa kewalahan karena terlalu sibuk bekerja, banyak goals yang belum tercapai karena Anda terlalu fokus pada hal-hal teknis. Akhirnya berimbas pada tuntutan perusahaan yang tidak bisa Anda penuhi. Bagaimana solusinya?

Di Artikel ini, Anda akan belajar bagaimana agar pekerjaan Anda lebih efektif dan efisien sehingga tanggung jawab Anda tetap terpenuhi dan tujuan perusahaan sangat mungkin Anda capai. Solusinya adalah dengan Delegasi.

 

Apa itu delegasi?

Delegasi adalah pelimpahan wewenang seseorang pada orang lain untuk mengerjakan suatu atau beberapa hal dengan pengawasan dan hasil tetap berada di tangan pemberi delegasi.

Umumnya pemberi delegasi adalah yang memiliki jabatan atau otoritas yang lebih tinggi dari si penerima delegasi. Kegiatan ini paling sering terjadi dalam dunia kerja dan hanya terjadi sesekali dengan jenis pekerjaan yang tidak biasa dikerjakan si penerima delegasi.

Ini adalah kegiatan sepele tapi penting dilakukan di waktu-waktu tertentu agar suatu pekerjaan berjalan efektif dan efisien. Secara teknis, banyak dibahas di acara pelatihan atau training perusahaan baik secara internal atau eksternal.

3 unsur yang harus ada dalam Delegasi diantaranya:

  1. Pemberi delegasi dengan wewenang
    Unsur paling penting adalah adanya si pemberi delegasi. Pemberi delegasi adalah seseorang dengan integritas, wewenang dan kemampuan mengelola sumber daya yang baik. Mereka memiliki wewenang untuk mengalihkan pekerjaannya. Mereka memiliki hak untuk mengelola sumber daya yang ada di sekelilingnya demi mencapai tujuan pekerjaan tertentu. Itulah kenapa biasanya delegasi terjadi antara atasan dengan bawahan karena sifat delegasi adalah mengalir dari atas ke bawah.
  2. Penerima delegasi dengan akuntabilitas
    Yang menerima delegasi haruslah orang yang bertanggung jawab atas apa yang dibebankan kepadanya. Mereka wajib menyelesaikan pekerjaan tersebut. Mereka mampu menjabarkan hasil dan kendala yang terjadi selama pengerjaannya.
  3. Proses alokasi dan pelimpahan wewenang
    Wewenang yang dilimpahkan harus sesuai dengan posisi, jobdesk dan kemampuan si penerima delegasi. Wewenang juga harus dijelaskan secara rinci agar pemberi dan penerima delegasi mengetahui hubungan dan kewajibannya masing-masing.

Tujuan Delegasi

Tujuan utama sebuah delegasi adalah agar pekerjaan dapat selesai tepat waktu dan perusahaan berjalan dengan efektif dan efisien. Tapi ada beberapa tujuan lain yang mungkin kita lupakan:

  1. Sebagai sarana pengembangan karir para pekerja dengan pengalaman bekerja yang lebih variatif.
  2. Membantu atasan dan perusahaan untuk lebih fokus pada hal-hal yang lebih penting dan krusial untuk keberlangsungan perusahaan.
  3. Mengembangkan budaya perusahaan yang dinamis dan bersatu demi keuntungan bersama.

Lalu bagaimana agar delegasi berjalan dengan baik? Ini dia tipsnya

 

Tips ekstra agar delegasi berjalan baik

  1. Berikan pada orang yang tepat.
    Tidak sedikit delegasi yang berakhir dengan kegagalan karena pemilihan orang yang tidak tepat. Karena itu penting agar Anda mampu menilai kapabilitas seseorang dalam mengemban tugas sebelum Anda mendelegasikannya.
  2. Berikan instruksi yang jelas
    Orang yang tepat belum tentu memberikan hasil yang baik jika instruksi yang Anda berikan tidak jelas. Pastikan sebelum mendelegasikan pekerjaan, Anda juga memberikan instruksi yang jelas untuk meminimalisir keselahan dan kebingungan. Bahkan mungkin Anda bisa memberikan batas waktu kapan tugas harus diselesaikan. Ini bisa menjadi acuan si penerima delegasi dalam mengatur waktunya.
  3. Tunjukkan kepercayaan
    Setelah Anda memilih orang yang tepat, memberikan instruksi yang jelas maka selanjutnya percayakan mereka dalam mengerjakan tugasnya. Kepercayaan bisa diwujudkan dengan tidak banyak menuntut atau mengatur. Keleluasaan perlu Anda berikan agar mereka bisa memberikan performa terbaiknya.

Nah itu tadi pembahasan singkat mengenai delegasi. Teknis dan pembahasan lebih dalam mengenai delegasi biasanya akan Anda dapatkan dalam pelatihan kerja perusahaan, training project management atau training perusahaan lainnya baik yang dibuat oleh perusahaan Anda sendiri atau mengundang vendor dari luar seperti SBKI.

SBKI dapat menjadi salah satu referensi vendor pelatihan untuk perusahaan Anda karena di SBKI ada banyak bidang pelatihan yang bisa Anda pilih atau disesuaikan dengan kebutuhan.

Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi tim kami melalui whatsapp dengan klik link ini

Meningkatkan Produktivitas Bekerja

Meningkatkan Produktivitas Bekerja

Sobat SBKI, Saat karyawan tidak produktif, maka berbagai kegiatan operasional perusahaan akan terhambat, tentunya berpengaruh terhadap penurunan profit perusahaan. Untuk itu cara meningkatkan produktivitas karyawan merupakan salah faktor paling penting yang menunjang keberlangsungan bisnis dan juga sebagai salah satu cara untuk meningkatkan profit usaha, dan tentunya sobat bisa mempraktikkan beberapa hal di baawah ini ya!!

Point yang pertama yakni  : Kenali kemampuan dan minat karyawan

Sobat, Karyawan Anda akan sulit bekerja secara produktif ketika mereka diminta mengerjakan tugas yang tidak sesuai dengan kemampuan dan ketertarikannya. Untuk itu mengenali minat dan kemampuan karyawan sangat diperlukan apakah ia benar-benar orang yang tepat untuk melakukan pekerjaan ini? Jika tidak, maka sebaiknya cari orang yang lebih cocok untuk mengerjakannya, Nah begitulah kita mengenali karyawan lebih dalam untuk melihat potensi yang ia miliki.

Point yang kedua yakni : Mengadakan pelatihan karyawan

Sobat, Jika Anda berpikir bahwa pelatihan pegawai tidak terlalu dibutuhkan dan hanya membuang-buang uang perusahaan. Meniadakan training karyawan juga dapat menimbulkan lebih banyak masalah bagi perusahaan.

Program pelatihan karyawan yang tepat dan juga pelatihan yang dibutuhkan karyawan sangat penting untuk meningkatkan produktivitas kerja. Jika perusahaan memiliki biaya yang sangat terbatas, maka bisa memberikan pelatihan karyawan melalui inhouse training dengan para leader sebagai pembicaranya.  Jika memang diperlukan bantuan dari lembaga pelatihan karyawan, tentunya Anda harus memilih yang memilki metode pelatihan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda.

Point yang ketiga yakni : Sediakan Fasilitas yang Mendukung

Sobat, Produktivitas karyawan akan sulit ditingkatkan ketika karyawan tidak mendapatkan fasilitas yang mendukung di tempat kerja. Seperti : koneksi WiFi yang lambat atau komputer yang sering error akan mempersulit karyawan untuk menyelesaikan tugas mereka.

Point yang keempat yakni : Pemberian Insentif

Sobat, Memberikan insentif dianggap sebagai salah satu motivasi paling efektif sebagai cara meningkatkan produktivitas kerja. Berbagai jenis insentif menarik lainnya yang dapat ditawarkan misalnya, memberikan kupon makan siang gratis kepada mereka yang menjalankan pekerjaannya dengan baik, kupon taksi gratis atau hari libur tambahan untuk mereka yang bersedia bekerja lembur, program kesehatan untuk mengurangi jumlah hari sakit atau biaya asuransi kesehatan.

Point kelima yakni : Rayakan Keberhasilan Karyawan

Sobat, Mengapreasiasi karyawan merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Melalui apresiasi, akan membantu meningkatkan kepercayaan diri dan semangat mereka dalam bekerja sehingga mereka termotivasi untuk mencapai hasil yang lebih tinggi di kemudian hari

Point keenak yakni : Lakukan Evaluasi Kinerja Secara Berkala

Sobat, untuk mengukur kinerja karyawan, evaluasi secara berkala perlu untuk dilakukan. Hal ini bisa dilakukan dengan cara pembuatan KPI (Key Performance Individual).

Sobat SBKI, untuk informasi training kami lebih lanjut bisa langsung menghubungi kami di wa.me/6281297131551
selanjutnya follow me @trainingsbki

Yang Mempengeruhi Kinerja Karyawan

Yang Mempengeruhi Kinerja Karyawan

SObat SBKI, Karyawan merupakan salah satu asset penting bagi sebuah perusahaan. Untuk itu kinerja karyawan harus mendapatkan perhatian khusus agar tidak mempengaruhi produktivitas kerja karyawan. Ada beberapa hal yang mempengaruhi kinerja karyawan, diantaranya:

Ketersediaan Peralatan dan Barang
Selain mesin-mesin yang berhubungan dengan proses produksi, sebagian barang dibutuhkan untuk menunjang kelancaran tugas karyawan. Contoh : Mesin fotocopy, daripada karyawan bolak-balik keluar kantor untuk fotocopy, lebih baik perusahaan mempertimbangkan untuk memiliki mesin fotokopi sendiri untuk mendukung kelancaran proses kerja.

Lingkungan Kerja
Tempat kerja yang ‘sehat’ adalah kunci dari cara meningkatkan produktivitas karyawan. Dengan mengutamakan kenyamanan lingkungan kerja seperti ruangan kantor yang memilki pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik.

Job Description dan Tanggung Jawab
Seringkali penurunan produktivitas karyawan bahkan mengalami stagnasi karena karyawan merasa jenuh atau bosan pada pekerjaannya. Menempatkan karyawan pada tim kerja yang tepat, atau mempercayakan proyek khusus akan menghadirkan minat dan perhatian mereka. Dengan menyadarkan bahwa keberadaan setiap karyawan berharga dan masing-masing memiliki peran terhadap keberhasilan perusahaan tentunya akan membuat karyawan semakin bersemangat dan meningkatkan produktivitas karyawan.

Visi, Misi, dan Budaya Organisasi
Mensosialisasikan visi, misi dan budaya organisasi pada karyawan merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Terutama bila karyawan Anda adalah dari generasi millennial  yang selalu mencari ‘purpose’ atau ‘the meaning of life’ dengan bekerja untuk menciptakan suatu perubahan pada masyarakat, mereka tentunya akan bangga bergabung dengan perusahaan yang memberikan ruang untuk berkarya. Untuk itu penting sekali visi, misi dan budaya organisasi bisa disampaikan pada saat basic training atau program pelatihan kerja untuk karyawan baru

Sistem Komunikasi dan Cara Kerja Pimpinan
Dalam majalah bisnis ‘Entrepreneur’ mendapati bahwa karyawan mengharapkan bos yang suportif, yaitu memiliki karakter: pengertian, fleksibel, dan dapat dipercaya. Hal ini akan mempengaruhi bagaimana karyawan berinteraksi dan berkomunikasi dalam pekerjaannya.

Pelatihan dan Pengembangan Diri
Agar karyawan semakin handal dalam pekerjaannya, pelatihan karyawan adalah solusi terbaik! Di samping menambah wawasan, program pelatihan karyawan dan outbond training dapat menyegarkan pikiran dan mengurangi ketegangan.

Bonus dan Insentif
Tak dapat dipungkiri, gaji merupakan salah satu faktor paling krusial sebagai cara meningkatkan motivasi kerja karyawan. Selain gaji pokok dan tunjangan tetap, memberikan bonus dan insentif kepada karyawan maupun tim kerja yang telah mencapai target perusahaan merupakan salah satu cara meningkatkan kinerja karyawan.

Sobat SBKI, untuk informasi training kami lebih lanjut bisa langsung menghubungi kami di wa.me/6281297131551
selanjutnya follow me @trainingsbki

Cara Menjual Produk Dengan Tulisan!

Cara Menjual Produk Dengan Tulisan!

Apa Itu Copywriting?

Copywriting adalah teknik penulisan yang bertujuan untuk mengajak pembaca melakukan sesuatu. Contohnya, jika Anda sedang ingin meningkatkan penjualan, Anda bisa menggunakan copywriting untuk mengajak calon konsumen mengklik tombol “beli”.

Awalnya, copywriting hanya digunakan dalam pembuatan advertorial, sales letter, billboard, dan media pemasaran tertulis lainnya. Itulah mengapa teknik ini dinamakan “copywriting”.

Namun, di zaman multimedia ini pun belajar copywriting masih dianggap penting. Selain dalam bentuk tulisan, metode ini juga diterapkan untuk membuat naskah video dan podcast.

Di samping itu, kemampuan copywriter dituangkan dalam berbagai media pemasaran, termasuk:

  • Teks di landing page
  • Artikel blog
  • Email newsletter
  • Post media sosial
  • Headline dan meta description pada hasil pencarian Google
  • Iklan berbayar di Google maupun media sosial
  • Judul dan deskripsi video YouTube

Mengapa Anda Membutuhkan Copywriting?

Apa bedanya copywriting dengan cara menulis pada umumnya? Kenapa Anda harus belajar copywriting? Bukankah materi-materi pemasaran yang disebutkan tadi bisa ditulis oleh siapa saja?

Belum tentu. Agar dapat meningkatkan efektifitas promosi, Anda tidak bisa membuatnya secara asal-asalan.

Tanpa memahami teknik copywriting, kemungkinan besar Anda akan mengalami hal-hal berikut ini:

  • Tingkat konversi pelanggan rendah;
  • Traffic website tidak kunjung naik;
  • Post di media sosial tidak mendapat banyak respon;
  • Artikel blog Anda jarang dibaca atau dibagikan orang lain;
  • Tak banyak yang berminat untuk mengunduh ebook Anda;
  • Email list sepi pendaftar;
  • Usaha pemasaran afiliasi sepi peminat;
  • Dan masih banyak lagi.

Tentunya Anda tidak ingin berada di titik itu selamanya, bukan?

Nah, meskipun copywriting lebih terdengar seperti seni daripada teori, ada langkah-langkah yang dapat Anda lakukan agar teks Anda terdengar lebih “menjual”. Sebelum itu, mari kita berkenalan dulu dengan berbagai jenis copywriting.

Apa Saja Jenis-Jenis Copywriting?

Berikut adalah 5 jenis copywriting yang perlu Anda ketahui. Yuk simak penjelasannya di bawah!

1. Direct Response Copywriting

Direct response copywriting adalah jenis copywriting yang berfungsi untuk mendapatkan tanggapan langsung dari konsumen.

Contohnya seperti mengarahkan pembaca untuk mengeklik tombol CTA, berlangganan ebook, membagikan konten, dan lain sebagainya.

Biasanya copywriting jenis ini digunakan pada landing page, homepage, iklan media sosial, dan sebagainya.

2. Marketing Copywriting

Marketing Copywriting adalah copywriting yang berfokus untuk menawarkan produk, memberikan solusi konsumen, dan menyampaikan manfaat produk.

Jadi, tujuan akhirnya adalah meyakinkan konsumen untuk membeli produk atau layanan Anda.

Copywriting jenis ini biasanya terdapat pada email marketing dan homepage.

3. Brand Copywriting

Brand copywriting adalah jenis copywriting yang berfungsi untuk menyampaikan citra dan identitas brand.

Selain itu, copywriting jenis ini dapat menjadi pembeda brand milik kompetitor. Salah satu bentuk brand copywriting biasanya berupa slogan atau tagline brand.

Copywriting jenis ini sering dipasang pada logo dan halaman “tentang kami”.

4. SEO Copywriting

SEO Copywriting adalah copywriting yang bertujuan untuk menarik perhatian konsumen dan memposisikan konten di Google. Sehingga, copywriting yang ditulis pun harus memenuhi kaidah SEO.

Biasanya SEO Copywriting digunakan pada deskripsi produk, landing page, dan kategori produk.

5. Technical Copywriting

Technical copywriting adalah jenis copywriting yang berfungsi untuk memberikan pemahaman mendalam tentang cara kerja produk atau layanan.

Biasanya, copywriting jenis ini sering digunakan pada produk kesehatan, kecantikan, dan teknologi.

6 Langkah Membuat Copywriting yang Menarik!

Sekarang pasti Anda ingin tahu cara membuat copywriting yang menarik, kan? Gampang, berikut adalah enam langkah yang mesti Anda kuasai saat belajar copywriting:

  1. Pelajari Produk Atau Layanan Anda
  2. Pahami Kebutuhan Audiens
  3. Tentukan Headline yang Memikat
  4. Dukung Headline dengan Lead yang Menarik
  5. Tulis Copy yang Berkualitas
  6. Akhiri dengan Persuasi

Yuk kita lihat penjelasan detailnya!

1. Pelajari Produk atau Layanan Anda

Tanpa mengenali produk, layanan, atau konten yang ditawarkan, Anda tidak akan dapat memasarkannya dengan baik. Inilah mengapa pehamahan produk menjadi bagian penting dari belajar copywriting.

Ini tidak hanya berlaku untuk copywriter yang bekerja untuk sebuah perusahaan. Bagi Anda yang mempromosikan bisnis pribadi pun, ini adalah hal yang penting untuk diingat. Terkecuali jika Anda yang menciptakan barang dagangannya.

Nah, setelah mempelajari tentang apa yang Anda jual, ada baiknya jika Anda menuliskan informasi yang didapat dalam bentuk deskripsi. Ini dilakukan agar nanti Anda punya referensi dalam proses penulisan.

Untuk memudahkan Anda dalam membuat deskripsi produk, coba tanyakan tiga hal ini kepada diri Anda:

  • Apa yang unik dari produk tersebut?
  • Apa saja fiturnya?
  • Apa manfaat yang didapatkan konsumen dari fitur tersebut?

Sekarang, kami akan menjelaskan apa yang perlu Anda tulis berdasarkan ketiga pertanyaan di atas.

Apa yang Unik dari Produk tersebut?

Idealnya, setiap produk (dan layanan) memiliki unique selling point atau USP. Artinya, produk tersebut memiliki keunikan yang tidak ditemukan pada kompetitornya.

Misalnya, Anda ingin memasarkan sabun wajah herbal. Meskipun sudah banyak produsen sabun wajah herbal lainnya, produk Anda 100% bebas dari unsur hewani. Inilah elemen yang bisa Anda gunakan sebagai USP.

Apa Saja Fiturnya?

Di samping sebuah keunikan, produk atau layanan Anda tentunya memiliki beberapa fitur, bukan?  Meskipun tidak semuanya perlu disebutkan dalam teks copywriting, sebaiknya Anda menuliskan fitur-fitur tersebut dalam sebuah daftar agar mudah diingat ketika dibutuhkan.

Dari contoh sabun wajah herbal tadi, Anda bisa menyebutkan bahan khususnya sebagai fitur. Misalnya, sabun tersebut dibuat dari ekstrak daun serai.

Apa Manfaat yang Didapatkan Konsumen dari Fitur Tersebut?

Apabila Anda hanya menyebutkan fitur-fitur dari sebuah produk, audiens belum tentu paham manfaatnya. Oleh karena itu, Anda juga perlu menjelaskan tentang keuntungan dari fitur-fitur yang ada.

Sebagai contoh, sebutkan bahwa ekstrak daun serai yang terkandung di dalam produk sabun Anda tidak hanya memberikan keharuman alami, tetapi juga mencegah munculnya jerawat.

2. Pahami Kebutuhan Audiens

Mengenali audiens Anda tidak kalah pentingnya dari memahami produk sendiri. Mengapa? Karena inti dari copywriting bukanlah tentang keuntungan Anda, tetapi manfaat yang mereka dapatkan ketika menggunakan barang yang Anda jual.

Bayangkan jika seseorang menawarkan sampel parfum mobil, padahal Anda hanya memiliki motor. Pastinya tawaran tersebut Anda tolak karena tidak berfaedah bukan?

Selain itu, Anda juga perlu memahami audiens agar dapat membuat teks pemasaran yang betul-betul terdengar personal, alias tepat sasaran. Jika Anda dapat melakukannya, dijamin banyak orang akan tertarik untuk membeli dari Anda.

Nah, langkah pertama yang perlu dilakukan untuk mempelajari audiens adalah dengan memberikan survei pada konsumen yang sudah ada.

Ini dapat dilaksanakan dengan mudah jika sebelumnya Anda sudah mendapatkan alamat email mereka. Dengan demikian, Anda tinggal mengirimkan email yang isinya mengajak konsumen untuk mengisi survei.

Dalam survei tersebut, ada beberapa pertanyaan yang wajib dicantumkan agar Anda dapat memahami konsumen semaksimal mungkin, termasuk:

  • “Apa yang membuat Anda tertarik dengan produk kami?”
  • “Apakah Anda pernah menggunakan produk serupa?”
  • “Bagaimana pengalaman Anda menggunakannya?”

Tergantung apa yang Anda jual, Anda juga dapat menanyakan hal-hal yang bersifat lebih pribadi seperti berikut:

  • “Ceritakan tentang diri Anda (umur, tempat tinggal, jumlah penghasilan)”
  • “Apa profesi Anda?” atau “Bisnis apa yang Anda jalankan?”
  • “Apa tantangan sehari-hari yang dapat dipecahkan oleh produk kami? Apa yang belum terpecahkan?”
  • “Apa yang ingin bisa Anda capai dalam pekerjaan atau bisnis?”

Dengan jawaban dari pertanyaan di atas, Anda dapat menciptakan gambaran tentang target audiens yang disebut buyer persona. Seperti deskripsi produk, gambaran ini juga digunakan sebagai referensi.

3. Tentukan Headline yang Memikat

Delapan dari sepuluh audiens hanya akan membaca judul atau headline Anda. Artinya, Anda harus bisa menciptakan judul yang betul-betul menarik perhatian.

Kreatifitas tinggi memang dibutuhkan untuk membuat headline yang kuat. Namun, praktiknya tidak sesulit yang dibayangkan banyak orang. Ketiga trik berikut ini terbukti dapat menyulap judul yang terdengar biasa-biasa saja menjadi menarik:

  • Jelaskan manfaat yang anda tawarkan
  • Buat pembaca ingin segera membeli
  • Cantumkan persentase

Sebutkan Manfaat yang Anda Tawarkan

Anda tentunya tidak ingin kehilangan calon konsumen, bukan? Salah satu hal yang menjadi penyebabnya adalah judul yang kurang jelas. Misalnya “Cara Mudah Menghemat Waktu Kerja”.

Headline tersebut memang singkat, tetapi pembaca tidak akan langsung mengetahui apa yang akan ia didapatkan dari menyimak keseluruhan teksnya.

Coba Anda ubah judul tadi menjadi “Kerja Selesai 2 Jam lebih Awal dengan 7 Trik Ini”. Judul ini tidak begitu singkat, tetapi pembaca dapat langsung memahami manfaatnya.

Cara ini pun dapat diterapkan untuk headline di landing page. Salah satu contohnya adalah yang dilakukan The Hustle.

Dengan pesan itu, orang yang mengakses halaman tersebut akan langsung paham bahwa The Hustle menawarkan berita bisnis dan teknologi yang dapat disimak dengan cepat.

Buat Pembaca Ingin Segera Membeli

Umumnya, konsumen tidak ingin menolak keuntungan. Diskon, misalnya.

Namun, mencantumkan diskon saja di headline tidaklah cukup. Untuk menciptakan efek yang maksimal, Anda dapat menunjukkan bahwa diskon tersebut tidak berlaku selamanya.

Selain untuk website, jenis headline ini juga dapat Anda gunakan di iklan media sosial atau pencarian Google. Misalnya, “Hanya 7 Hari! Diskon 35% Untuk Semua Aksesoris”.

Dengan format headline seperti di atas, dijamin semakin banyak orang yang tertarik dengan iklan Anda.

Namun, batas waktu penawaran Anda harus benar-benar ada. Jika tidak, audiens akan kehilangan rasa percaya mereka terhadap Anda.

Cantumkan Persentase

Selain manfaat dan penawaran terbatas, unsur lain yang tidak kalah ampuh untuk menangkap perhatian adalah persentase. Apalagi jika angkanya ganjil.

Mengapa demikian? Dengan adanya persentase di headline Anda, pembaca akan lebih tertarik karena ada hasil spesifik yang bisa didapatkan dari Anda. Misalnya judul ini: “11 Kiat Meningkatkan Traffic Website Sebesar 37,5%”.

Jika headlinenya sekedar “Kiat Meningkatkan Traffic Website”, jumlah orang yang tertarik untuk meng-klik artikel, iklan, atau landing page Anda tidak akan banyak.

4. Dukung Headline dengan Lead yang Menarik

Sebagai yang berada di baris terdepan, headline atau judul tentunya harus dapat menarik audiens. Akan tetapi, orang belum tentu tertarik untuk menyimak artikel, newsletter, atau landing page Anda lebih lanjut setelah meng-klik judulnya.

Untuk itu, headline yang menarik perlu didukung dengan lead atau paragraf pembuka yang menarik pula. Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membuat lead yang susah ditolak pembaca:

  • Tunjukkan empati
  • Mulailah dengan fakta
  • Buat audiens penasaran

Tunjukkan Empati

Seperti yang telah kami sebutkan di awal, copywriting adalah tentang audiens Anda. Karena itu, konsep ini juga perlu digunakan dalam lead. Caraya adalah berempati dengan pembaca.

Bukalah lead Anda dengan tiga contoh ungkapan ini untuk membangun koneksi dengan audiens dari awal:

  • “Pernahkah Anda mengalami ini? [lanjutkan dengan cerita singkat tentang masalah audiens]”
  • “Anda tentu tahu betapa [masalah X] bisa sangat mengganggu aktivitas. Untungnya, [produk X] dapat mengatasinya dengan [solusi X]”
  • “Kami paham bahwa [masalah X] dapat mengganggu aktivitas Anda. Oleh karena itu, Anda memerlukan [solusi X]”

Mulailah dengan Fakta

Seperti pada jenis tulisan apapun, data, fakta, atau kutipan dari sebuah sumber terpercaya dapat digunakan sebagai pembuka lead.

Ungkapan-ungkapan berikut ini bisa Anda contoh agar lead terdengar kredibel dan menangkap perhatian audiens:

  • “Riset [perusahaan X] tahun ini menunjukkan bahwa….”
  • “[teknik X] terbukti dapat meningkatkan pendapatan sebesar X%, menurut studi [perusahaan X].”
  • “Telah dibuktikan bahwa [platform X] masih merupakan solusi nomor satu untuk….”

Buat Audiens Penasaran

Audiens tentunya harus dibuat penasaran agar ingin membaca teks Anda sampai akhir. Ini bisa dilakukan dengan ajakan sederhana di akhir paragraf pembuka, seperti “Penasaran dengan caranya? Simaklah artikel ini!”

Selain itu, Anda juga dapat membuat audiens penasaran di awal dengan memberikan fakta yang mengejutkan. Contohnya: “Tidak dapat dipungkiri bahwa [unsur X] bermanfaat bagi tubuh. Namun, tahukah Anda bahwa [unsur X] memiliki dampak negatif?”

5. Tulis Copy yang Berkualitas

Meskipun headline dan lead merupakan bagian penting dalam teknik copywriting, Anda tidak boleh melupakan bagian utama tulisan. Dalam copywriting, bagian ini disebut copy.

Ada beberapa formula yang bisa Anda gunakan untuk menulis copy yang berkualitas, di antaranya:

  • Gunakan kata dan kalimat sederhana
  • Tulis untuk satu orang saja
  • Jelaskan manfaat bagi audiens
  • Manfaatkan subheading

Gunakan Kata dan Kalimat Sederhana

Pernahkah Anda melihat media pemasaran, baik itu landing page, sales email, maupun iklan yang bahasanya sulit dicerna? Pastinya tidak.

Sebagai seorang copywriter, Anda tidak perlu menggunakan kiasan, perumpamaan, atau pun kata yang jarang dipakai sehari-hari, seperti:

  • Mendemonstrasikan
  • Distingtif
  • Utilitas
  • Terintegrasi
  • Diksi

Daripada menggunakan kata-kata di atas, audiens akan lebih mudah memahami teks Anda dengan contoh berikut:

  • Menunjukkan
  • Unik
  • Manfaat
  • Terhubung
  • Kata

Selain itu, sebisa mungkin jangan buat kalimat yang terlalu panjang. Untuk menghindari ini, cobalah untuk tidak menggunakan sebuah kata lebih dari sekali dalam satu kalimat.

Jika tidak bisa, Anda dapat mengakalinya dengan menuliskan kalimat dengan panjang yang berbeda-beda dalam satu paragraf. Dengan cara ini, audiens dijamin tidak akan mudah bosan membaca tulisan Anda.

Tulis untuk Satu Orang Saja

Salah satu tujuan Anda belajar copywriting adalah untuk membuat teks yang terdengar personal. Sehingga isinya lebih mengena bagi para target audiens.

Oleh karena itu, Anda perlu memperhatikan penggunaan subjek pada tulisan. Alih-alih menggunakan kata ganti orang ketiga seperti mereka dan ia, gantilah subjeknya dengan Anda. Dengan kata lain, tempatkan pembaca sebagai satu-satunya audiens Anda.

Contohnya seperti pada paragraf berikut ini:

“Ingin produktivitas tim Anda meningkat? Jika ya, [biro X] adalah solusi Anda. Dengan pengalaman lebih dari sepuluh tahun, kami dapat membantu tenaga penjualan Anda untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan.”

Coba bandingkan paragraf tadi dengan yang satu ini:

“[biro X] adalah solusi untuk meningkatkan produktivitas departemen penjualan. Selama lebih dari sepuluh tahun, kami dipercaya berbagai perusahaan untuk melatih tenaga penjualan mereka.”

Paragraf manakah yang lebih terdengar personal menurut Anda?

Jangan Hanya Menyebutkan Fitur

Sebuah copy tentunya harus membahas tentang produk yang Anda tawarkan. Namun, jangan hanya terpaku dengan fitur dari produk tersebut ketika Anda menulis bagian ini.

Penggalan dari halaman ini menyebutkan beberapa fitur, termasuk LiteSpeed Web Server, Immunify 360, dan live chat. Akan tetapi, manfaatnya juga dijelaskan, seperti hosting super cepat, keamanan website ekstra, dan tim support cepat tanggap.

Manfaatkan Subheading

Ketika membaca artikel pemasaran atau konten email marketing, orang mengharapkan teks yang mudah di-skim atau dibaca tanpa harus memperhatikan semua detailnya. Dengan kata lain, poin-poin penting di tulisan Anda harus jelas.

Nah, Anda dapat menggunakan subheading untuk mempermudah pembaca menemukan poin-poin tersebut.

Di samping itu, subheading juga bermanfaat untuk memenggal teks yang panjang menjadi bagian-bagian kecil. Dengan demikian, teks juga menjadi lebih nyaman dibaca.

6. Akhiri dengan Persuasi

Apapun tujuan teks copywriting Anda, pada bagian akhir harus selalu ada ajakan untuk melakukan aksi yang Anda inginkan. Baik itu membeli produk, subscribe konten, daftar newsletter, atau lainnya.

Untuk membuat ajakan tersebut, Anda perlu menggunakan call-to-action atau CTA. Ini adalah tombol, banner, atau formulir yang berisi perintah bagi audiens Anda. Di website layanan digital, misalnya, CTA yang digunakan biasanya seperti “Mulai Sekarang” atau “Daftar Sekarang”.

Namun, sebaiknya CTA yang Anda buat tidak hanya sekedar mendorong audiens untuk memberikan komitmen mereka. Di saat yang sama, berikan juga manfaat kepada audiens. Contoh copywriting-nya dapat Anda lihat di situs penyedia tool SEO Moz.

Dengan CTA tersebut, Moz mengajak audiensnya untuk mencoba tool SEO-nya secara gratis. Akan tetapi, audiens juga dapat langsung memilih paket berbayar. Di samping itu, mereka juga dapat berhenti berlangganan kapan saja.

CTA ini mengajak pembaca artikel agar mereka mau mendaftarkan alamat email. Sebagai imbalannya, pembaca akan mendapatkan konten-konten blog melalui email.

Intinya, elemen call-to-action pada bagian akhir media pemasaran Anda tidak boleh hanya berupa perintah yang menguntungkan Anda. Berikan juga manfaat yang jelas bagi calon pelanggan atau audiens.

Contoh Copywriting Menarik untuk Menginspirasi Anda

Setelah mempelajari teori copywriting, Anda sudah bisa mencoba membuat copywriting Anda sendiri. Nah untuk memudahkan Anda, silakan melihat referensi contoh copywriting berikut ini.

Contoh Penggunaan Copywriting untuk Media Iklan/Promosi

Contoh copywriting yang pertama kita ambil dari email kiriman UrbanDaddy. Seperti yang terlihat di bawah ini, Anda menjumpai desain email yang eye-catching, informatif, dan sama sekali tidak terlihat membosankan.

Ketika Anda membaca copywriting UrbanDaddy tersebut, Anda tidak merasa seperti membaca iklan atau promosi. Rasanya, pesan itu seolah ditulis khusus untuk Anda.

Pilihan kata yang akrab dan personal membuat pembaca merasa dekat. Apalagi, UrbanDaddy mengemasnya dalam bentuk cerita sehingga lebih membangkitkan emosi.

Dengan copywriting yang menarik tersebut, pembaca pun akan merasa engaged. Alhasil, mereka pun terus membaca hingga titik terakhir. Tak lupa, ada CTA juga sehingga pembaca bisa segera melakukan konversi ataupun mengikuti sosial media UrbanDaddy.

Baca Juga: Pikat Pembaca Anda dengan 11+ Contoh Copywriting Headline Ini!

Contoh Penggunaan Copywriting untuk Landing Page

Berikutnya ada contoh copywriting untuk landing page. Mari menengok landing page Basecamp ini.

Contoh Copywriting Landing Page

Apa kesan pertama Anda saat melihat landing page di atas? Barangkali, ingatan Anda langsung melayang ke perasaan bahagia ketika hari ulangtahun tiba. Perasaan itu semakin kuat ketika Anda membaca copy ‘Wish Granted’. Akhirnya, harapan Anda dikabulkan! Tapi, harapan apakah itu?

Nah, Basecamp menjawabnya pada deskripsi di bawah headline. Dengan halus, Basecamp menjabarkan manfaat produk mereka.

Menariknya lagi, Basecamp memperkuat magnet perhatian tersebut dengan mengajak Anda bergabung dengan 4000 lebih bisnis lainnya. Informasi ini juga tidak akan terlewat oleh mata karena Basecamp memberikan highlight pada kalimat-kalimat paling penting.

Jika Anda tertarik mendalami contoh copywriting pada landing page lainnya, silakan kunjungi artikel berikut → 7+ Contoh Landing Page Menarik untuk Website Anda.

Bonus Tips: 4 Teknik Copywriting agar Tulisan Anda Lebih Persuasif

Apakah ada cara lain untuk membuat copywriting yang menarik? Tentu saja!

Berikut adalah beberapa teknik copywriting yang bisa diterapkan untuk meningkatkan kualitas copy Anda, baik untuk landing page, sales letter, maupun media pemasaran lainnya:

  • Formula AIDA
  • Teknik Slippery Slide
  • Social Proof
  • Yakinkan audiens dengan Frequently Asked Question

Mari kita bahas satu per satu!

1. Gunakan Formula AIDA

AIDA adalah singkatan dari Attention InterestDesire, dan Action. Berikut adalah arti dari keempat unsur tersebut:

  • Attention — tangkap perhatian audiens
  • Interest — buat audiens penasaran
  • Desire — buat audiens menginginkan manfaat yang Anda tawarkan
  • Action — ajak audiens untuk mendapatkan manfaat tersebut

Umumnya, AIDA digunakan dalam content marketing untuk membuat jenis konten yang sesuai dengan tahapan-tahapan yang dilalui audiens, dari orang awam hingga siap menjadi pelanggan.

Meski demikian, formula AIDA juga dapat dimanfaatkan sebagai panduan dalam menulis teks copywriting. Penggunaannya pun tidak jauh berbeda dengan langkah tiga sampai enam yang tadi telah dibahas. Berikut ini adalah ilustrasi letak masing-masing unsurnya dalam sebuah tulisan:

  • Attention = headline
  • Interest = lead
  • Desire = copy
  • Action = CTA

Jadi, jika Anda merasa kesulitan dalam menulis sebuah teks copywriting, formula AIDA dapat digunakan untuk menentukan kata-kata yang tepat bagi setiap komponen tulisan Anda.

Baca juga: Tingkatkan Conversion Rate Anda dengan 5+ Tips CTA ini!

2. Pakai Konsep Slippery Slide

Untuk menguasai copywriting, Anda harus belajar membuat audiens tetap tertarik dengan tulisan Anda hingga akhir. Nah, slippery slide adalah teknik copywriting yang perlu diterapkan agar Anda tidak terdengar membosankan.

Pada dasarnya, slippery slide merupakan konsep di mana setiap kalimat dalam teks Anda didukung oleh kalimat selanjutnya. Dengan demikian, semua kalimat memiliki fungsi untuk menjaga rasa ingin tahu pembaca hingga bagian CTA.

Ada dua cara yang dapat Anda lakukan untuk menerapkan konsep slippery slidePertama, bayangkan diri Anda sebagai audiens. Dengan kata lain, Anda harus memahami kebutuhan dan cara berpikir mereka agar tidak membuat tulisan yang sulit dipahami.

Kedua, perhitungkan efektivitas masing-masing kalimat Anda. Jangan sampai ada kalimat yang membuat pembaca kehilangan rasa ingin tahunya di tengah jalan atau tidak tertarik dengan yang ingin Anda tawarkan. Tak lupa, baca lagi teks Anda setelah selesai untuk mencari bagian-bagian yang tidak dibutuhkan.

3. Jangan Lupakan Social Proof

Sebenarnya, teknik copywriting ini lebih tepat digunakan untuk landing page dan sales email. Akan tetapi, Anda juga dapat menerapkannya dalam media pemasaran apapun.

Pada dasarnya, social proof adalah elemen copywriting yang digunakan untuk meyakinkan  audiens bahwa Anda dapat dipercaya. Ini dapat ditunjukkan dalam beberapa bentuk, termasuk:

  • Logo klien
  • Testimoni pelanggan
  • Jumlah pelanggan atau subscriber

Social proof biasanya diletakkan sebelum CTA agar calon pelanggan yakin bahwa mereka dapat berbisnis dengan Anda.

Bagi Anda yang belum memiliki banyak pelanggan pun dapat menggunakan social proof. Mintalah testimoni dari klien yang sudah ada dan tampilkan yang terbaik pada media pemasaran Anda.

Atau, apabila menjalankan toko online, Anda dapat meminta persetujuan dari beberapa pelanggan untuk menampilkan ulasan mereka atas produk Anda.

4. Yakinkan Audiens dengan Frequently Asked Questions

Dalam berbisnis, pasti ada beberapa hal di pikiran target pemasaran yang membuatnya ragu-ragu untuk membeli dari Anda. Alasannya bisa jadi harga yang tinggi, ada produk serupa yang lebih terkenal, kurangnya pemahaman tentang layanan Anda, dan lain-lain.

Untuk mengatasi itu, Anda dapat memberikan alasan layanan, barang, atau konten Anda lebih unggul dari yang ditawarkan kompetitor di dalam copy Anda.

Solusinya adalah membuat segmen frequently asked questions atau FAQ. Idealnya, teks pada bagian ini disajikan dalam bentuk poin-poin.

Anda bahkan dapat membuat halaman FAQ tersendiri dan disambungkan ke segmennya pada landing page untuk menjawab segala keraguan audiens.

Salah satu contoh segmen FAQ yang baik dapat Anda temukan di halaman produk Mental Mastery, sebuah kursus online tentang optimisme.

Pertanyaan pada penggalan FAQ tersebut adalah “bagaimana jika saya tertinggal?”. Kemudian dijelaskan bahwa kursus ini dapat diakses selamanya agar audiens dapat mengikutinya sesuai dengan kecepatan yang diinginkan.

Bagi orang yang belum pernah mengambil kursus online, informasi seperti ini penting. Ia belum tentu tahu bahwa pembelajaran informal berbasis daring umumnya memungkinkan peserta untuk mengikutinya dengan kecepatan yang diinginkan.

Audiens Anda pun tidak hanya orang-orang yang sudah paham tentang apa yang Anda jual. Jadi, sebaiknya Anda memikirkan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul di benak audiens awam.

Budaya Kerja Untuk Karyawan Baru

Budaya Kerja Untuk Karyawan Baru

Sobat SBKI, anda pasti sudah paham tentang 5R atau 5S merupakan sebuah budaya yang menuntut Ringkas,Rapi, Resik Rawat dan Rajin. Apakah sebenarnya 5R itu? Dan apakah 5R yang sudah diterapkan selama ini sudah tepat?

5R ini harusnya sudah diperkenalkan kepada karyawan saat pelatihan karyawan baru. Sehingga karyawan baru pun memiliki mindset bahwa 5R harus menjadi kewajiban yang harus diterapkan dalam lingkungan kerjanya. Selain itu, perlu juga untuk merefresh dengan menjadwalkan pelatihan untuk karyawan lama mengenai budaya 5R ini. Apa saja sih 5R itu? Berikut ulasannya,

  1. Ringkas adalah menyikirkan barang-barang yang tidak diperlukan dari area kerja. Dikatakan ringkas apabila tidak ada barang yang jumlahnya berlebihan di area kerja atau jumlahnya sesuai dengan yang dibutuhkan
  2. Rapi adalah setiap barang yang ada di area kerja memiliki tempat yang pasti. Langkah yang bisa dilakukan adalah dengan mengelompokkan barang yang kemudian diberi label identitas maupun tanda batas dan pembuatan layout
  3. Resik adalah membersihkan dan melakukan pengecekan segala sesuatu di tempat kerja. Hal ini bisa dilakukan dengan penjadwalan kegiatan pembersihan dan juga inspeksi berkala
  4. Rawat adalah memiliki standar 5R dan memeliharanya agar tetap optimal. Standar 5R wajib diketahui oleh seluruh anggota agar memikiki persepsi yang sama tentang 5R dan juga melakukan peremajaan apabila ada tanda yang sudah rusak
  5. Rajin adalah menjadikan 5R sebagai budaya dalam keseharian. Setiap anggota berusaha untuk mempertahankan dan selalu melakukan perbaikan dalam penerapan 5R.

Dengan adanya penerapan 5R ini di perusahaan diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu cara meningkatkan kinerja kerja dan cara meningkatkan produktivitas karyawan. Karena dengan 5R tentunya segalanya sudah tertata rapi dan pada tempatnya sehingga dapat mengurangi pemborosan yang ada di tempat kerja.

Sobat SBKI, untuk informasi training kami lebih lanjut bisa langsung menghubungi kami di wa.me/6281297131551
selanjutnya follow me @trainingsbki

Pentingnya pelatihan dan pengembangan SDM

Pentingnya pelatihan dan pengembangan SDM

Sobat SBKI, Kenapa harus ada pelatihan dan pengembangan? Karena pelatihan dan pengembangan SDM diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.

Sumber daya manusia harus terus disiapkan untuk pemanfaatan infrastruktur teknologi digital yang semakin berkembang.

Lalu seberapa penting metode pelatihan dan pengembangan SDM bagi perusahaan, organisasi, dan karyawan? Simak uraian selanjutnya untuk memahami pelatihan dan pengembangan sebagai aset penting sebuah organisasi.

Definisi Pelatihan dan Pengembangan

Pelatihan dan pengembangan merupakan program terstruktur dengan metode yang dirancang untuk pekerjaan tertentu. Program ini mengacu pada aktivitas pendidikan dalam perusahaan atau institusi yang berisi informasi dan instruksi.

Lembaga pelatihan menjadikan ini sebagai salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas karyawan.

Kenapa ini menjadi penting?

Jelas, karena teknik pelatihan dan pengembangan SDM akan meningkatkan:

  • pengembangan keterampilan baru;
  • produktivitas;
  • kinerja karyawan;
  • budaya organisasi;
  • kualitas dan keamanan;
  • profitabilitas;
  • moral; dan citra perusahaan.

Untuk itu seharusnya konsep pelatihan dan pengembangan diarahkan pada tujuan yang tepat. Jika demikian, maka akan diperoleh hasil yang sesuai dengan kebutuhan.

Ini sejalan dengan tujuan pelatihan dan pengembangan SDM yang meliputi:

  • Penawaran untuk memanfaatkan sumber daya manusia supaya lebih optimal.
  • Karyawan berpotensi untuk berkembang ke arah peran yang lebih menantang.
  • Sebagai kunci supaya karyawan tetap relevan di pasar kerja.
  • Meningkatkan produktivitas dan kepatuhan terhadap standar kualitas.
  • Meningkatkan inovasi dalam strategi dan produk baru.
  • Mengurangi pergantian karyawan.
  • Cara yang sederhana, tercepat, dan paling praktis untuk perluasan bisnis.
  • Memudahkan perusahaan untuk berhasil menjalankan aktivitas dan meningkatkan pertumbuhan internal.
  • Meningkatkan reputasi dan profil perusahaan.

Tujuan tersebut bisa didapatkan melalui teknik pengembangan dan pelatihan yang tepat.

Supaya efektif, percayakan kepada konsultan SDM terbaik yang kompeten dan mampu memberikan langkah yang sistematis. Di mana lagi kalau bukan di Transforma Indonesia.

Transforma Membantu Program Pelatihan dan Pengembangan yang Efektif

Berikut langkah-langkah pelatihan dan pengembangan SDM yang kami lakukan:

   1. Menilai Kebutuhan Pelatihan

Merupakan langkah untuk mengidentifikasi kebutuhan:

  • pengembangan pengetahuan khusus yang terukur;
  • tujuan prestasi;
  • sumber daya manusia yang akan dilatih; dan
  • keterampilan kerja yang lebih spesifik.

Termasuk langkah pertama dalam mengembangkan program pelatihan yang terfokus pada tujuan awal.

   2. Menetapkan Tujuan Pelatihan Organisasi

Menilai kebutuhan pelatihan (organisasi, tugas, dan individu) untuk mengidentifikasi keahlian karyawan. Caranya, memutuskan, menyusun, dan menghasilkan isi program yang menjadi tujuan pelatihan dan pengembangan.

Intinya, menjembatani kesenjangan antara kinerja karyawan sekarang dengan peningkatan bidang yang diharapkan perusahaan.

   3. Membuat Rencana Tindakan Pelatihan

Langkah selanjutnya yaitu merencanakan dan mengembangkan program pelatihan dan pengembangan SDM perusahaan. Tindakan ini mencakup teori pembelajaran, desain instruksional, konten, dan elemen pelatihan lainnya.

 

   4. Menerapkan Inisiatif Pelatihan

Ini adalah fase implementasi yang merupakan tempat program pelatihan dijalankan. Mempertimbangkan keterlibatan karyawan, merencanakan jadwal kegiatan, dan memutuskan pelaksanaan.

Termasuk sumber daya terkait seperti, fasilitas, peralatan, dan lain sebagainya.

   5. Evaluasi Pelatihan

Langkah terakhir yaitu, evaluasi dan monitoring. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa pemantauan akan terus dilakukan selama program pelatihan berlangsung.

Langkah ini dilakukan untuk menilai keberhasilan atau kegagalan pelatihan. Menentukan efektivitas program dan instruktur dengan memperoleh umpan balik dari semua pemangku kepentingan.

Sobat SBKI, untuk informasi training kami lebih lanjut bisa langsung menghubungi kami di wa.me/6281297131551
selanjutnya follow me @trainingsbki

Program Pelatihan Karyawan

Program Pelatihan Karyawan

Sobat SBKI, Karyawan merupakan salah satu asset terpenting sebuah perusahaan, tanpa ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas, maka visi dan misi perusahaan tidak akan bisa tercapai. Untuk itulah peran manajemen sangat penting dalam pengembangan karyawanProgram pelatihan karyawan merupakan solusinya. Namun tahukah Anda apa saja jenis dari program pelatihan dan pengembangan sdm itu?

Berikut contoh program pelatihan dan pengembangan karyawan:

  • Program Pelatihan karyawan SDM

Pelatihan karyawan adalah program umum dalam rangka cara mengembangkan sdm atau tenaga kerja. Adapun bentuknya bisa berupa training karyawan yang dilakukan di luar perusahaan maupun di dalam perusahaan.Untuk internal training biasanya perusahaan menyelenggarakan program pelatihan karyawan sesuai dengan bidang tertentu yang dibutuhkan, seperti pelatihan pengoperasian alat, pelatihan K3. Sedangkan, external training biasanya dilakukan dengan cara mengirimkan karyawan ke lembaga pelatihan karyawan, entah itu dari pihak pemerintah ataupun dari pihak swasta.

  • Program Pendidikan

Salah satu contoh program pelatihan karyawan lainnya ialah pendidikan khusus. Program pengembangan karyawan ini biasanya ditujukan bagi karyawan terbaik perusahaan yang dirasa perlu mengembangkan ilmu dan pendidikannya, mengingat pendidikan sebelumnya masih belum mumpuni. Contohnya, karyawan lulusan D3 diberikan beasiswa untuk melanjutkan kuliah S1 dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuannya.

  • Program Magang

Program magang kerja ini dapat dilakukan di luar maupun di dalam perusahaan. Magang yang dilakukan di dalam perusahaan umumnya terjadi di lintas departemen, yang durasinya 1-3 bulan. Misalnya, seorang karyawan di perusahaan yang bekerja di sebagai administrasi magang kerja selama satu bulan di bagian marketing untuk mempelajari bagaimana cara memasarkan produk dengan baik. Adapun tujuan program magang kerja secara internal ini ialah untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan karyawan di divisi lainnya dalam satu perusahaan. Magang kerja eksternal sendiri biasanya, dapat dilakukan di perusahaan lain atau perusahaan induk. Contohnya, seorang karyawan di sebuah perusahaan tertentu dikirim ke luar negeri seperti Jepang untuk magang secara langsung di perusahaan induknya dalam jangka waktu tertentu.

  • Job Enrichment

Contoh pelatihan karyawan di perusahaan lainnya ialah bisa dengan melakukan job enrichment. Pada dasarnya, program ini adalah penambahan tanggung jawab dan tugas dalam posisi yang sama. Misalnya, karyawan yang menerima tugas tertentu atau proyek khusus di lintas departemen atau di departemennya. Contohnya, karyawan memperoleh tugas untuk menggantikan pimpinan atau atasannya yang melakukan dinas luar kota atau cuti. Pemilihan karyawan yang mengikuti program ini biasanya dilihat dari kualitasnya dan paling menonjol dari karyawan lainnya. Walaupun demikian, ada pula perusahaan yang mengadakan job enrichment ke semua karyawannya yang satu level atau satu tingkat dengan tujuan untuk memeratakan kesempatan cara mengembangkan karyawan.

  • Retraining (Pelatihan Ulang)

Pelatihan ulang atau retraining yaitu memberikan keahlian yang dibutuhkan oleh karyawan untuk menghadapi tuntutan kerja yang berubah-ubah. Melalui hal ini, karyawan dapat lebih percaya diri dalam menyelesaikan pekerjaan. Hal ini biasanya dilakukan untuk pelatihan bagi karyawan lama.

Nah, untuk Anda para pemilik usaha yang masih bingung bagaimana cara pelatihan karyawan dan bingung dalam identifikasi kebutuhan pelatihan karyawan Anda? Anda tidak perlu lagi khawatir, pilihlah lembaga pelatihan karyawan terpercaya yang bisa membantu Anda dalam mewujudkan pelatihan dan pengembangan karyawan di perusahaan Anda. Improvement Focus® memiliki program pelatihan karyawan dan materi pelatihan karyawan dengan metode pelatihan karyawan yang mudah dipahami dan diaplikasikan dalam pekerjaan sehari-hari.

Sobat SBKI, untuk informasi training kami lebih lanjut bisa langsung menghubungi kami di wa.me/6281297131551
selanjutnya follow me @trainingsbki

Menyusun Rencana Pelatihan Karyawan

Menyusun Rencana Pelatihan Karyawan

Sobat SBKI, Kadang kala manajemen peruahaan menunggu karyawan meminta training karyawan, atau kebetulan menemukan program training karyawan yang terdengar bagus dan memaksa karyawan untuk mengikuti program pelatihan karyawan tersebut. Namun lebih baik jika melakukan pendekatan yang lebih sistematis dan membuat rencana pelatihan individual untuk setiap karyawan. Berikut cara menyusun rencana pelatihan karyawan:

MEMBUAT SKILLS INVENTORY

Dimulai dengan menilai keterampilan karyawan saat ini, bandingkan dengan apa yang diperlukan untuk pekerjaan mereka. Dengan mempertimbangkan:

  • Bagaimana cara kerja karyawan? Apa kekuatan dan kelemahan mereka? Di mana mereka bisa meng-improve diri mereka?
  • Lakukan evaluasi kinerjanya, baik secara formal maupun informal, di mana karyawan dapat melakukannya dengan baik, dan di mana mereka membutuhkan lebih banyak bantuan?

MEMERIKASA KEBUTUHAN BISNIS

Meskipun kebutuhan spesifik pekerjaan karyawan itu penting, namun juga sama pentingnya memikirkan kebutuhan bisnis secara keseluruhan. Apakah ditemukan kesenjangan keterampilan secara keseluruhan? Apakah ada fungsi tambahan yang diinginkan agar karyawan tersebut lakukan di masa depan? Dan bagaimana dengan tren dalam industri tersebut? Apakah ada teknologi baru yang orang tersebut harus diberikan pelatihan kerja untuk itu? Tren manajemen baru atau praktik bisnis agar mereka pahami?

AMBIL MASUKAN DARI KARYAWAN

Kadang kala karyawan juga memiliki gagasan yang jelas tentang apa yang ingin mereka pelajari atau program pelatihan karyawan apa yang ingin mereka ikuti.

MEMBUAT RENCANA BERSAMA

Setelah mengumpulkan semua informasi tersebut, duduklah bersama karyawan tersebut dan buat rencana pelatihan kerja bersama. Ini adalah sesuatu yang perlu dilakukan secara teratur oleh perusahaan, setidaknya setahun sekali. Rencanakan program pelatihan dan pengembangan karyawan yang ingin difokuskan di tahun depan.

Bila perusahaan telah memutuskan keterampilan apa yang dibutuhkan oleh karyawan, kemudian memutuskan program perlatihan dan pengembangan SDM apa yang sesuai. Dan mulai menganggarkan biaya pelatihan karyawan.

Bagian penting dalam membuat rencana training karyawan adalah mendorong karyawan untuk menyarankan pelatihan yang dibutuhkan karyawan. Selama hal tersebut relevan dengan pekerjaan dan sesuai dengan anggaran biaya training karyawan, cobalah untuk mengakomodasi permintaan karyawan tersebut.

Sobat SBKI, untuk informasi training kami lebih lanjut bisa langsung menghubungi kami di wa.me/6281297131551
selanjutnya follow me @trainingsbki.

Pelatihan Karyawan: Tujuan, Jenis & Manfaat Bagi Perusahaan

Pelatihan Karyawan: Tujuan, Jenis & Manfaat Bagi Perusahaan

Pelatihan karyawan atau sering juga disebut training karyawan sejak lama menjadi kebutuhan bagi perusahaan. Ada banyak keuntungan yang dapat perusahaan raih dengan program ini.

Namun sudah tahukah Anda seluk beluk mengenai pelatihan ini? Apa tujuan yang disasar perusahaan ketika menyelenggarakannya? Bagaimana pula jenis dan manfaatnya?

Untuk mengetahui semua jawabannya, kamu bisa baca artikel ini sampai habis.

Apa itu pelatihan karyawan?

Pengertian pelatihan karyawan adalah program yang dibuat untuk membantu karyawan mempelajari pengetahuan atau skill spesifik tertentu.

Satu hal yang pasti, apa yang dipelajari merupakan hal yang menunjang pertumbuhan perusahaan.

Tujuan pelatihan karyawan

Setidaknya, ada 5 tujuan yang perusahaan sasar ketika menyelenggarakan pelatihan bagi karyawannya. Beberapa tujuan yang kami maksud antara lain:

  • Meningkatkan pengetahuan karyawan, terutama tentang tren tren terbaru yang belum mereka ketahui.
  • Meningkatkan keterampilan karyawan, terutama berhubungan dengan skill yang secara spesifik berhubungan dengan bidang kerjanya.
  • Mengembangkan sikap yang lebih baik, agar mampu menyesuaikan dengan budaya kerja yang ingin perusahaan bangun.
  • Mempersiapkan tanggung jawab lebih tinggi, khususnya ketika perusahaan ingin ada peningkatan kapasitas dan kemampuan manajerial.
  • Memfasilitasi perubahan yang terjadi pada organisasi, ketika ada hal hal yang ingin organisasi ubah dalam budayanya.

Jenis pelatihan karyawan

Ketika perusahaan ingin menyelenggarakan pelatihan, mereka juga bisa memilih satu diantara sekian jenis training untuk karyawan.

Setidaknya, ada 8 jenis yang umumnya diselenggarakan oleh perusahaan:

  • Pengembangan keterampilan teknologi bagi karyawan, semisal pelatihan aplikasi perkantoran, tools CRM, dan sebagainya.
  • Pelatihan kualitas (Quality training) yang berhubungan dengan pemberian pemahaman mengenai standar kualitas dalam bidang produksi.
  • Keterampilan yang secara langsung dilakukan oleh karyawan dalam pekerjaan harian. Beberapa contohnya seperti kemampuan menjawab telepon, melayani tamu, dan sebagainya.
  • Pelatihan softskill seperti menulis, public speaking, dan sebagainya.
  • Pelatihan legal, biasanya berisi pemberian wawasan mengenai standar hukum di lingkungan tempat perusahaan beroperasi.
  • Teamwork skill, untuk meningkatkan kerjasama antar anggota tim dalam perusahaan.
  • Pelatihan manajer, untuk membuat performa manager bisa menggerakan bawahannya sesuai arahan perusahaan.
  • Pelatihan keamanan, berupa program yang dibuat untuk edukasi keselamatan kerja.

Tentu saja perusahaan tak harus menyelenggarakan semua jenis di atas. Perusahaan melalui HR (Human resource) bisa menyusun program prioritas sesuai dengan kebutuhan karyawan masing-masing.

Manfaat pelatihan

Sebaiknya, perusahaan tak perlu ragu untuk menyelenggarakan training. Biaya yang dikeluarkan untuk melaksanakan program pelatihan sangat murah jika dibandingkan manfaat yang didapatkan.

Berikut ini manfaat pelatihan yang bisa perusahaan dapatkan:

  • Menjaga dan meningkatkan motivasi kerja karyawan di perusahaan.
  • Meningkatkan produktivitas karyawan dalam bekerja. Waktunya habis lebih efektif dan memberikan impact yang maksimal.
  • Menjaga kualitas kerja karyawan dalam kegiatan operasional perusahaan.
  • Mengurangi pergantian karyawan yang bisa jadi menghabiskan biaya rekrutmen yang lumayan.
  • Menjaga dan mengembangkan etika kerja yang baik dan profesional.
  • Meningkatkan inovasi dan kreativitas karyawan saat bekerja
  • Memberikan kepuasan kerja yang lebih bagi karyawan.
  • Meningkatkan kemampuan IT karyawan (jika program training seputar teknologi)
  • Manajemen resiko (Jika program yang diberikan berkisar pada safety training)

Secara spesifik, pastinya ada manfaat turunan yang berbeda dan beragam. Tergantung dari jenis pelatihan yang perusahaan pilihan dan berikan untuk karyawannya.

Penutup

Setelah memahami seluk beluk mengenai pelatihan karyawan dan training karyawan, idealnya Anda makin menyadari pentingnya program ini. Baik dalam posisi Anda sebagai business owner atau HR dalam perusahaan tertentu, jangan ragu mengadakan pelatihan. Sobat SBKI, untuk informasi training kami lebih lanjut bisa langsung menghubungi kami di wa.me/6281297131551
selanjutnya follow me @trainingsbki

Tujuan Evaluasi Kerja

Tujuan Evaluasi Kerja

Sobat SBKI, Menurut Siswanto (2001:35) penilaian kinerja adalah: ”suatu kegiatan yang dilakukan oleh Manajemen/penyelia penilai untuk menilai kinerja tenaga kerja dengan cara membandingkan kinerja atas kinerja dengan uraian / deskripsi pekerjaan dalam suatu periode tertentu biasanya setiap akhir tahun.”

Atau dapat disimpulkan bahwa evaluasi kinerja adalah penilaian yang dilakukan secara sistematis untuk mengetahui hasil pekerjaan karyawan dan kinerja organisasi. Disamping itu, juga untuk menentukan kebutuhan pelatihan karyawan secara tepat, memberikan tanggung jawab yang sesuai kepada karyawan sehingga dapat melaksanakan pekerjaan yang lebih baik di masa mendatang dan sebagai dasar untuk menentukan kebijakan dalam hal promosi jabatan atau penentuan imbalan.

Ada beberapa alasan mengapa perusahaan perlu mengadakan evaluasi kinerja karyawan. Namun, manfaat utamanya adalah untuk menciptakan sistem penilaian dan penghargaan yang efektif bagi karyawan suatu perusahaan.

Sebuah evaluasi kerja yang efektif  jika berisikan masukan positif serta poin-poin yang perlu diperbaiki oleh karyawan. Dengan begitu, para karyawan dapat mengenali keunggulan yang dapat dipertahankan dan ditingkatkan serta kelemahan yang harus diperbaiki.

Tujuan evaluasi kinerja adalah :

  1. Memberikan penghargaan bagi karyawan dengan kinerja yang baik

Evaluasi kinerja karyawan adalah momen bagi para manajer untuk mengukur kinerja individu maupun kelompok selama jangka waktu tertentu. Dari sinilah ditentukan siapa saja karyawan terbaik dan kompensasi apa yang akan diberikan.

Bagi karyawan, penghargaan dari perusahaan dapat meningkatkan kepuasan dan semangat kerja. Karyawan yang bahagia dan bersemangat sehingga meningkatkan produktivitas kerja yang memberikan keuntungan bagi perusahaan.

2. Mengetahui aspek yang harus diperbaiki

Selain menunjukkan keunggulan, evaluasi kinerja juga menunjukkan berbagai aspek yang harus diperbaiki oleh karyawan agar bisa bekerja dengan efektif. .

Contohnya, karyawan bisa membahas berbagai kesulitan terkait pekerjaan selama evaluasi kinerja. Jika seorang karyawan memiliki skill yang kurang, maka ini adalah kesempatan yang tepat untuk mengikutsertakan dalam pelatihan kerja

3. Melindungi perusahaan secara hukum

Perusahaan berhak memutus hubungan kerja bila karyawan melakukan kesalahan yang amat fatal, tidak mampu memenuhi kewajiban, atau memiliki masalah lain yang berpengaruh terhadap perusahaan.

Hasil evaluasi kinerja selalu disimpan dalam sebuah dokumen. Dokumen ini merupakan bentuk antisipasi terhadap mantan karyawan yang datang untuk menggugat perusahaan. Mereka mungkin adalah orang-orang yang diputus hubungan kerjanya karena alasan tertentu.

Sobat SBKI, untuk informasi training kami lebih lanjut bisa langsung menghubungi kami di wa.me/6281297131551
selanjutnya follow me @trainingsbki

Chat SOFI
1
📫 Butuh bantuan? Chat kami
Diskusi Bareng SOFI
Hai Sobat, butuh seseorang untuk diskusi masalah pekerjaan? Diskusi bareng SOFI aja sini
fikrirasy.id www.apkmodpedia.com institutpenulis.id
https://www.klassic.jp/slots https://www.klassic.jp/slots/pragmatic-play https://www.klassic.jp/slots/joker-gaming https://www.klassic.jp/slots/habanero https://www.klassic.jp/slots/spadegaming https://www.klassic.jp/slots/isoftbet https://www.klassic.jp/slots/gameplay https://www.klassic.jp/slots/playngo https://www.klassic.jp/slots/cq9 https://www.klassic.jp/slots/booming https://www.klassic.jp/slots/toptrend-gaming https://www.klassic.jp/slots/playson https://www.klassic.jp/slots/microgaming https://www.klassic.jp/slots/pgsoft https://www.klassic.jp/slots/playtech https://www.klassic.jp/slots/skywind https://www.klassic.jp/slots/booongo https://www.klassic.jp/slots/booongo https://www.klassic.jp/slots/redtiger https://www.klassic.jp/slots/netent https://www.klassic.jp/slots/nolimitcity https://www.klassic.jp/slots/mancalagaming https://www.klassic.jp/sports https://www.klassic.jp/casino https://www.klassic.jp/poker https://www.klassic.jp/fish-hunter https://www.klassic.jp/fish-hunter/joker-gaming https://www.klassic.jp/fish-hunter/playstargame https://www.klassic.jp/fish-hunter/spadegaming https://www.klassic.jp/fish-hunter/cq9 https://www.klassic.jp/fish-hunter/skywind https://www.klassic.jp/lottery https://www.klassic.jp/others https://www.klassic.jp/others/sv388 https://www.klassic.jp/promotion https://www.klassic.jp/referral https://www.klassic.jp/info/how-sportsbook https://www.klassic.jp/info/faq-general https://www.klassic.jp/register https://cari.ae/ cari.ae DEWA505: Daftar Situs Judi Slot Online Pragmatic Play 2022 Daftar Situs Judi Slot Online Pragmatic Play 2022 Daftar Situs Judi Slot Online Pragmatic Play Daftar Situs Judi Slot Online Situs Judi Slot Online Judi Slot Online Slot Online